Adab Berhubungan Suami Istri Menurut Syariat Islam

Kapan Waktu yang Dianjurkan untuk Berhubungan Suami Istri Menurut Islam?

Islam merupakan agama yang sempurna, karena dalam Islam bukan hanya mengurus tentang ibadah ritual saja, namun semua aspek kehidupan ini diatur oleh Islam, termasuk dalam hal hubungan suami istri.

Karena dalam Islam, selain untuk memuaskan hasrat biologis, melakukan hubungan badan juga bisa bernilai ibadah dan mendapatkan pahala.

Lalu bagaimana tata cara melakukan hubungan seks yang benar sesuai dengan syariat Islam? Untuk lebih jelasnya mari kita simak ulasannya berikut ini seperti yang dilansir dari Berita terkini Hari ini.

  1. Melakukan Cumbu Rayu Terlebih Dahulu

Sebelum melakukan penetrasi saat berhubungan intim, sebaiknya melakukan cumbu rayu  terlebih dahulu. Suami bisa merangkul, mengelus dan mecium istri dengan penuh kasih sayang supaya istri merasa nyaman dan terangsang untuk melakukan hubungan intim.

Selain itu, hal ini juga bisa menciptakan sebuah komunikasi yang baik antara suami istri. Dengan adanya pemanasan yang cukup dan benar, maka hubungan intim akan menjadi lebih memuaskan dan menyenangkan.

  1. Berhias Diri

Sebelum melakukan hubungan badan maka sebaiknya sang suami membersihkan mulutnya terlebih dahulu supaya tidak menimbulkan bau yang tidak sedap. Karena dengan mulut yang wangi akan membuat sang istri semakin cinta dan tidak mengurangi gairah seksual istri. Begitupun dengan sang istri yang diwajibkan untuk berhias diri dan menggunakan parfum sehingga sang suami pun lebih bergairah.

Nabi Muhammad Shallallahu  ‘alaihi wassallam bersabda :

“Sebaik-baiknya wanita adalah wanita yang harum baunya dan sedap masakannya.”

  1. Tidak Telanjang Bulat

Dalam melakukan hubungan intim dengan istri maka sebaiknya tidak telanjang bulat. Nabi Muhammad Shallallahu  ‘alaihi wassallam bersabda :

“Apabila kalian melakukan senggama dengan istrinya, maka jangan telanjang seperti telanjangnya himar,”

  1. Melakukan Sholat Sunnah 2 Rakaat Sebelumnya

Sebelum melakukan hubungan sumai istri maka dianjurkan untuk melaksanakan sholat sunnah 2 rakaat terlebih dahulu. Hal ini dilakukan agar mendapatkan rahmat Allah Subhana wa Ta’ala dan terhindar dari gangguan setan.

  1. Melakukan Doa Sebelumnya

Adapun lafaz doa berhubungan badan sebagai berikut :

Bismillah Allahumma jannibnassyyaithaana wa jannibi syaithoona maa razaqtanaa

Artinya : “Dengan menyebut nama Allah, ya Allah jauhkanlah kami dari (gangguan) setan dan jauhkanlah setan dari rezeki yang Engkau anugerahkan kepada kami”.

  1. Doa Setelah Berhubungan Badan

Setelah selesai melakukan hubungan intim, maka suami istri harus mengucapkan hamdalah. Doa ini merupakan salah satu wujud rasa syukur kepada Allah yang telah memberikan kenikmatan kepada suami istri saat melakukan hubungan intim. Karena bagaimanapun dalam Islam berjimak antara suami istri itu termasuk ibadah. Adapun lafaz doa sesudah berhubungan badan adalah sebagai berikut :

Alhamdulillahi ladzii kholaqo minal maa i basyaraa

Artinya : “Segala puji bagi Allah yang telah menjadikan air mani ini menjadi manusia (keturunan).

  1. Tidak Melakukan Hubungan Intim Saat Istri Sedang Haid

Di dalam Islam tidak diperbolehkan melakukan hubungan intim saat sang istri sedang menstruasi walaupun ada beberapa dokter yang membolehkannya. Walaupun begitu bukan berarti tidak boleh bercinta saat istri haid, yang tidak diperbolehkan itu hanya melakukan penetrasi. Selain dari itu, boleh-boleh saja.

  1. Mendoakan Istri

Saat hendak melakukan hubungan badan, sang suami disunnahkan mendoakan istri sambil menyentuh ubun-ubun pada kepala istri. Berikut lafaz doanya :

“Ya Allah aku memohon kepada-Mu munculnya kebaikan darinya dan dari segala apa yang Engkau ciptakan pada dirinya. Dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukannya dan dari segala apa yang Engkau ciptakan pada dirinya.” (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah, dan Al Hakim).

Leave a Reply

Your email address will not be published.