5 Jenis Pinjaman Bagi Kamu yang Mau Mulai Bisnis, Tertarik?

Modal adalah salah satu faktor terpenting yang harus dimiliki dalam membangun atau mengembangkan sebuah bisnis. Nah, mengajukan pinjaman adalah salah satu cara yang kerap dipilih pebisnis untuk mendapatkan modal. Bagi pebisnis yang sudah lebih dulu makan asam garam dan berpengalaman, meminjam dana untuk modal ke lembaga pinjaman mungkin bukan perkara sulit. Sebab, histori usaha dan pendapatannya sudah mumpuni.

Lalu, bagaimana dengan pelaku usaha pemula yang baru mau memulai bisnisnya? Apakah ada jenis pinjaman yang tersedia atau menawarkan khusus bagi pebisnis pemula? Kabar baiknya, tentu saja jenis pinjaman ini tersedia. Secara umum, ada 5 jenis pinjaman yang bisa dicoba apabila kamu baru mau mulai merintis sebuah usaha. Berikut ini ulasannya. 

  1. Aplikasi Pinjaman Uang Online yang Terdaftar di OJK

Kalau kamu berpikir bahwa aplikasi pinjaman uang online seperti Kredivo hanya bisa digunakan untuk pinjaman jangka pendek atau konsumtif saja, maka kamu keliru. Sebab, aplikasi fintech saat ini banyak sekali jenisnya: yang populer adalah payday loan dan P2P lending. 

Payday loan  adalah layanan pinjaman atau fintech yang menawarkan pinjaman dalam jumlah kecil dengan tempo singkat. Sementara P2P lending secara umum adalah layanan keuangan yang mempertemukan antara pendana dan peminjam pada platformnya yang berbasis online. Suku bunga payday loan juga jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan pinjaman di P2P lending.

Nah, fintech P2P lending adalah yang paling tepat untuk dipilih bagi kamu yang mau pinjam modal bisnis. Sebab, selain jumlah limit yang besar dan tenor yang bervariatif, suku bunganya juga bersahabat. Di aplikasi pinjaman uang online Kredivo misalnya, kamu berpeluang mendapatkan limit kredit hingga Rp 30 juta dengan suku bunga pinjaman hanya sebesar 2,6% per bulan. 

Ketika sudah terdaftar di Kredivo, kamu akan mendapat limit yang bentuknya nontunai dan bisa dicek di akun atau aplikasi Kredivo-mu. Pada aplikasi Kredivo, terdapat fitur pinjaman mini dan pinjaman jumbo yang berfungsi untuk mencairkan limit nontunai tersebut menjadi pinjaman: mulai dari 500 ribu untuk pinjaman mini dan mulai dari Rp 1 juta untuk pinjaman jumbo. Tenor yang tersedia untuk pinjaman adalah 30 hari, 3 bulan, dan maksimal 6 bulan. 

Hanya ada tiga syarat yang harus kamu penuhi jika mau daftar akun atau pinjam uang di Kredivo, yaitu:

  1. Kamu berstatus sebagai WNI yang berusia 18 – 60 tahun. 
  2. Kamu memiliki pendapatan tetap per bulannya minimal sebesar Rp 3 juta. 
  3. Kamu berdomisili di wilayah Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Medan, Palembang, Semarang, Bali, Yogyakarta, Solo, Malang, Makassar, Cirebon, atau Sukabumi. 

Jika memenuhi syarat, silakan langsung daftar akun Premium Kredivo dengan cara mengunduh aplikasinya lebih dulu lewat Google Play Store atau App Store. Tertarik coba?

  1. Punya Kartu Kredit? Kamu Bisa Ajukan Kredit Tanpa Agunan (KTA)

Daripada tarik tunai kartu kredit yang biaya admin dan bunganya besar, bagi kamu yang punya kartu kredit dan butuh modal usaha, lebih baik pilih ajukan Kredit Tanpa Agunan (KTA) ke bank penerbit kartu kreditmu. Sesuai dengan namanya, jenis pinjaman yang satu ini cocok bagi kamu yang baru merintis usaha karena tidak membutuhkan jaminan apa pun. Akan tetapi, KTA biasanya banyak ditawarkan oleh bank dengan syarat kepemilikan kartu kredit dalam kurun atau periode tertentu. 

Bukan hanya kartu kredit, beberapa bank juga menawarkan produk KTA bagi nasabah yang memiliki rekening gaji atau payroll di bank tersebut. Dengan kepemilikan kartu kredit maupun payroll, bank jadi lebih mudah menganalisa keuangan dan kemampuan bayar nasabah untuk program KTA. Serupa dengan fintech pinjaman uang online, syarat pengajuan KTA juga tidak rumit. Biasanya terdiri atas dokumen data diri, penghasilan, rekening, hingga histori transaksi kartu kredit dalam 3 bulan terakhir. Proses maupun pencairannya juga tidak memakan waktu lama. 

Namun, karena tidak adanya jaminan, bunga KTA biasanya relatif lebih tinggi. Bukan hanya itu, plafon dan tenornya juga terbatas. Jika tertarik mengajukan KTA, kamu bisa langsung menghubungi bank penerbit kartu kredit maupun tempat payroll-mu untuk mendapatkan informasi lebih detail sebab setiap bank pastinya memiliki aturan yang berbeda-beda. 

  1. Punya Aset? Kamu Bisa Ajukan Kredit Multiguna

Cari pinjaman modal yang bunganya bisa lebih rendah, plafon lebih besar, dan tenor yang lebih lama untuk mengembangkan usaha? Kredit multiguna adalah solusinya. Berbeda dengan KTA, kredit multiguna mewajibkan calon debitur untuk memberikan jaminan aset. Mulai dari kendaraan bermotor, tanah, bangunan, rumah, aset usaha seperti alat-alat pabrik, hingga surat-surat berharga seperti saham atau obligasi. 

Plafon atau besar kecilnya pinjaman yang diberikan bank atau lembaga pinjaman yang menawarkan kredit multiguna, akan bergantung dengan nilai aset yang kamu jaminkan. Makin besar nilai aset, akan makin besar juga plafon pinjaman yang diberikan atau bisa kamu ajukan. Kalau KTA maksimal tenornya hanya 5 tahun, kredit multiguna bisa memberikan opsi tenor hingga 10 tahun. Cocok dimanfaatkan bagi kamu yang mau mengembangkan bisnis yang saat ini sudah dimiliki atau memiliki rencana bisnis skala besar. 

Namun, proses pengajuan kredit multiguna akan lebih panjang dan lama jika dibandingkan KTA. Sebab banyak hal yang harus dicek dan diverifikasi terutama aset yang dijaminkan. 

  1. Ingin Mengembangkan Usaha? Ada Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari Bank Pemerintah

Untuk para pelaku UMKM yang butuh suntikan modal bagi pengembangan usahanya, kini bisa memanfaatkan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang disalurkan pemerintah melalui bank-bank plat merah seperti BRI, BTN, BNI, dan Bank Mandiri. Program ini ditujukan bagi berbagai usaha di sektor usaha produktif yang memiliki potensi dan prospek yang baik, namun belum tersentuh atau memiliki akses ke bank. Sektor usaha produktif yang dimaksud contohnya antara lain usaha rumah makan, warung sembako, salon, tekstil, kerajinan, dan masih banyak lagi. 

Tidak tanggung-tanggung, plafon pinjaman yang tersedia di KUR bisa mencapai hingga 500 juta. Tentunya dibarengi dengan tenor yang panjang dan suku bunga yang jauh lebih rendah jika dibandingkan KTA atau kredit multiguna. Namun, untuk bisa mengajukan dan memperoleh KUR, banyak syarat yang harus dipenuhi terutama terkait dengan dokumen dan kondisi usaha yang saat ini kamu jalani. Contohnya: (1) Usaha harus sudah beroperasi atau berjalan minimal 6 bulan, bukan hanya sekadar atau baru rencana; (2) Usaha memiliki kondisi keuangan yang sehat, yaitu telah menghasilkan keuntungan dan tidak sedang dalam kondisi rugi; (3) Ada aset yang bisa dijaminkan jika diminta oleh bank.

Untuk informasi lebih lanjut perihal pengajuan KUR, kamu bisa langsung mendatangi bank pemerintah yang memiliki program ini seperti BRI atau BNI. 

  1. Jualan Online? Manfaatkan Layanan Pinjaman dari E-Commerce

Bagi kamu yang saat ini punya bisnis online di e-commerce, tahu nggak sih kalau sebagian e-commerce saat ini sudah memiliki program pinjaman bagi seller-sellernya? E-commerce yang menyediakan program ini biasanya bermitra dengan pemilik modal atau fintech P2P lending. Kemudian, pihak e-commerce akan mendistribusikan atau menawarkan layanan pinjaman ini kepada seller-seller yang kredibel dan memenuhi kriteria yang telah ditetapkan. 

Program ini juga merupakan salah satu upaya dari e-commerce untuk membantu seller-sellernya dalam mengembangkan potensi usahanya dan bisa bersaing dengan yang lainnya. Di beberapa e-commerce, kamu bisa dengan mudah menemukan fitur pinjaman ini di website atau aplikasinya. Yang perlu kamu lakukan hanya tinggal memasukkan nominal pinjaman dan tenor yang diinginkan, kemudian akan muncul simulasi dan jenis pinjaman apa saja yang tersedia di e-commerce tersebut. Tertarik coba?

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *