Jika Ilija Spasojevic Hengkang, 3 Pemain Ini Layak Dipertimbangkan Bali United

Dilansir dari https://www.bolanusantara.com/, Ilija Spasojevic mengunggah sebuah foto saat bermain dengan dikurung para pemain Persib Bandung. Foto ini seakan mengisyaratkan bahwa sang pemain akan pergi dari Bali United dan membela klub lamanya, Persib Bandung.

Kode ini semakin menjanjikan ketika Persib Bandung belum memiliki penyerang murni. Mereka masih menguji dua penyerang asing mereka dan sejauh ini belum ada kata sepakat.

Lalu, jika Ilija Spasojevic hengkang dari Bali United, siapa pemain yang layak menggantikan Spaso? Haruskah Bali United berdiam diri dengan hanya menyiapkan Lerby Eliandry sebagai penyerang murni? 3 pemain ini layak dipertimbangkan Bali United untuk melakukan transfer, serta menggantikan posisi Spasojevic.

Muhammad Rafli – Arema FC

Nama pertama adalah Muhammad Rafli. Pemain Arema FC kelahiran 24 November 1998 ini bisa menjadi opsi baru ketika Spasojevic hengkang dari Bali United. Bukan sebagai pemain utama karena faktor usia yang belum matang, tapi Rafli adalah opsi yang masuk akal. Ia akan menjadi pelapis Lerby yang akan lebih tune in dengan taktik Stefano Cugurra.

Postur Rafli yang tinggi besar, mirip dengan postur Spaso. Tak hanya sekadar tinggi besar, Rafli juga dianugerahi body ball yang cukup mumpuni. Alhasil, ia tak canggung untuk berduel dengan pemain-pemain lawan.

Keuntungan lainnya, Rafli adalah sosok yang multiposisi. Ia bisa bermain di beberapa posisi. Di Arema FC, ia kerap dipasang sebagai gelandang, tetapi saat bermain di Timnas Indonesia U-22, ia dipasang sebagai penyerang tengah.

Herman Dzumafo Epandi – Bhayangkara FC

Jika Bali United membutuhkan solusi jangka pendek, maka Herman Dzumafo Epandi adalah solusinya. Usianya memang tak lagi muda, 39 tahun, tetapi ia masih bisa bermain di level teratas Liga 1. Bukti paling sahih, ia masih mampu mencetak dua digit gol untuk Bhayangkara FC, yakni 10 gol.

Tak hanya itu, ia juga main selama 1756 menit selama Liga 1 2020. Total, ia bermain sebanyak 30 kali dengan 16 kali sebagai pemain pengganti. Dari 30 pertandingan itu, ia hanya 2 kali ditarik keluar. Artinya, ada 12 pertandingan yang ia mainkan tanpa diganti sama sekali oleh pelatih Bhayangkara FC.

Jika dilihat dari cara bermain, maka Dzumafo adalah sosok yang ideal. Teco tak hanya mengandalkan penyerang tengah sebagai bomber, melainkan sebagai sosok yang mampu memantulkan bola ke kedua sayap dan gelandang serang.

Terlebih lagi saat ini, posisi penyerang di Bhayangkara FC sudah penuh sesak. Ada Ezechiel N’Douassel dan Nur Hardianto. Juga ada Titus Bonai yang juga dipasang lebih dekat dengan gawang lain.

Hari Nur Yulianto

Opsi ketiga mungkin yang paling sulit. Hari Nur bukanlah pemain biasa bagi PSIS Semarang. Ia telah mengabdi selama 7 tahun di klub yang bermarkas di Stadion Jatidir tersebut.

Posisi aslinya adalah penyerang tengah, tetapi pada dua tahun terakhir, ia kerap dimainkan lebih melebar. Tujuannya adalah memberikan tempat untuk pemain lain.

Padahal, jika ia dipasang sebagai penyerang tengah, Hari Nur akan menjelma menjadi monster yang menakutkan bagi gawang lawan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *